REVIEW KEGIATAN PPKMB UNIVERSITAS LAMPUNG TAHUN 2025


Materi 1 - Pengembangan karakter mahasiwa

Narasumber : AKBP. Vicky Dzulkarnain, M,M,


                                   

Pengembangan karakter mahasiswa merupakan elemen krusial dalam membentuk individu yang berkualitas dan berintegritas. Terdapat empat prinsip dasar yang menjadi fondasi pengembangan karakter, yakni silaturahmi, komunikasi, kolaborasi, dan konsultasi.

Di era pendidikan modern, proses pembelajaran menekankan pada teladan. Mahasiswa dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman, meninggalkan pola pikir lama sebagai pelajar, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai ancaman, gangguan, hambatan, tantangan, serta rintangan. Hal ini dilakukan agar mahasiswa siap menghadapi beragam persoalan di masa depan.

Berbagai tantangan yang akan dihadapi mahasiswa cukup kompleks, mulai dari kejahatan siber, pengaruh negatif dari lingkungan pertemanan, hingga isu gaya hidup dan pola konsumsi. Mahasiswa diharapkan mampu menentukan arah hidupnya secara mandiri dengan kesadaran penuh terhadap risiko yang mungkin muncul.

Ciri-ciri mahasiswa yang ideal antara lain:

  • Memiliki idealisme yang kokoh.

  • Mematuhi hukum, baik secara formal maupun sosial.

  • Terus mengembangkan wawasan dan pengetahuan.

  • Mampu menjalin hubungan sosial dengan baik.

  • Memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajemen waktu.

  • Memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

  • Memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi.

Selain itu, mahasiswa wajib menjaga reputasi universitas, berperan aktif dalam menjaga ketertiban masyarakat, peduli terhadap fasilitas dan sarana baik di dalam maupun luar kampus, serta memberikan dukungan kepada unit kegiatan mahasiswa (UKM) maupun masyarakat sekitar. Mahasiswa juga diharapkan proaktif dalam menyampaikan aspirasi atau gagasan yang membangun.

Pemanfaatan waktu secara optimal untuk mempelajari ilmu pengetahuan menjadi hal yang sangat penting. Mahasiswa harus menjunjung tinggi integritas, berorientasi pada kepentingan bangsa, serta mampu berpikir kreatif dan inovatif sesuai perkembangan zaman.


Materi 2 – Transformasi Bandar Lampung Menuju Kota Metropolitan

Narasumber : Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva (Di wakili)



Transformasi Bandar Lampung menuju status kota metropolitan merupakan bagian dari visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045, yang berfokus pada terwujudnya kota yang maju, humanis, dan berkelanjutan. Proses ini didorong oleh sejumlah faktor strategis, antara lain:

  1. Peningkatan Infrastruktur
    Kehadiran Jalan Tol Trans-Sumatera dan pengembangan Pelabuhan Panjang menjadikan Bandar Lampung sebagai pusat perdagangan sekaligus gerbang utama Pulau Sumatera. Rencana pembangunan lainnya mencakup pembangunan jalan arteri lingkar kota, renovasi Terminal Tipe A Rajabasa, serta pengembangan infrastruktur terpadu seperti jaringan kereta api perkotaan.

  2. Pengembangan Ekonomi dan Fasilitas Publik
    Pemerintah Kota Bandar Lampung memprioritaskan pengembangan sektor pariwisata, khususnya wisata kuliner, diikuti pembangunan hotel berbintang dan fasilitas publik baru seperti Gelanggang Olahraga (GOR) dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siger Milenial. Langkah ini diharapkan meningkatkan daya tarik kota sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

  3. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
    Peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan menjadi fokus utama guna mendukung terwujudnya visi kota metropolitan. Keberhasilan pembangunan fisik harus seiring dengan kualitas SDM yang mumpuni agar hasilnya optimal.

Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, antara lain:

  • Masalah Lingkungan: Kemacetan lalu lintas, banjir, minimnya ruang terbuka hijau (RTH), dan pengelolaan sampah yang belum optimal.

  • Masalah Sosial: Percepatan penurunan angka stunting, penanggulangan kenakalan remaja, serta pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung tengah menginisiasi pembentukan Metropolitan Lampung Raya, sebuah konsep integrasi antara Kota Bandar Lampung dan kabupaten/kota sekitarnya, dengan tujuan mewujudkan perencanaan pembangunan jangka panjang yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Materi 3 – Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri 4.0

Narasumber: Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung

                      

Di era digital dan Revolusi Industri 4.0, perguruan tinggi mengalami transformasi signifikan untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja global. Transformasi ini mencakup penyesuaian kurikulum, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta penguatan keterampilan non-teknis (soft skills).

  1. Pembaruan Kurikulum
    Program studi diarahkan pada bidang-bidang yang relevan dengan perkembangan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI), big data, dan keamanan siber. Kurikulum juga diperkuat dengan metode pembelajaran berbasis proyek, magang, serta kolaborasi dengan industri.

  2. Pembelajaran Berbasis Teknologi
    Penerapan e-learning, simulasi, serta teknologi realitas virtual dan augmented reality (VR/AR) memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk belajar kapan saja sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

  3. Pengembangan Soft Skills
    Keterampilan seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi menjadi fokus utama karena aspek-aspek ini tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.

Tantangan yang dihadapi meliputi penyesuaian kompetensi dosen, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta kesenjangan digital antar mahasiswa.

Di sisi lain, peluang yang terbuka mencakup kolaborasi internasional melalui platform digital, peningkatan riset dan inovasi secara masif, serta personalisasi pendidikan yang disesuaikan dengan minat dan bakat masing-masing mahasiswa.

 Materi 4 – Bela Negara dan Peran Mahasiswa

Narasumber: Brigjen TNI Haryantana (Danrem 043/Gatam)






 Bela negara merupakan tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia, bukan semata tugas TNI atau Polri. Dalam konteks ini, mahasiswa memegang peran strategis sebagai generasi penerus yang akan menentukan arah masa depan bangsa.

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keberagaman, terdiri dari sekitar 1.350 suku bangsa, 746 bahasa daerah, serta ribuan pulau yang membentang dari Sabang hingga Merauke. Keberagaman ini menjadi modal penting yang harus dijaga dan dikelola agar menjadi kekuatan pemersatu, bukan sumber perpecahan.

Letak geografis Indonesia yang strategis dan kekayaan sumber daya alam, baik hayati maupun non-hayati, menempatkan Indonesia pada posisi yang signifikan di kancah internasional. Namun, potensi besar ini juga dapat menjadi target pihak-pihak yang ingin melemahkan bangsa, termasuk melalui ancaman modern seperti proxy war, yakni perang tidak langsung yang memanfaatkan konflik internal suatu negara.

Ancaman terhadap bangsa dapat muncul di berbagai bidang, mulai dari ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, hingga pertahanan dan keamanan. Menghadapinya memerlukan kewaspadaan, kesadaran nasional, serta keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat.

Bagi mahasiswa, bela negara tidak hanya berkaitan dengan kesiapan fisik, tetapi juga meliputi pembentukan karakter, disiplin, sikap kritis, dan kemampuan berkolaborasi. Mahasiswa diharapkan mampu mengasah keterampilan kepemimpinan, membangun kerja sama tim, serta mengarahkan minat dan bakatnya untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa. Dengan demikian, mahasiswa dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Materi 5 Day 2 – Peran Mahasiswa di Era Digital

Pemateri: Prof. Dr. Sunyono, M.Si. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lampung)








Materi ini menekankan pentingnya mahasiswa untuk beradaptasi dan berkembang di era digital. Mahasiswa perlu memiliki literasi digital yang baik, yaitu kemampuan mencari, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara kritis. Etika digital juga menjadi fokus, termasuk perilaku bijak dan bertanggung jawab di dunia maya.

Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan teknologi untuk berinovasi, menciptakan solusi kreatif, serta mengembangkan keterampilan berbasis data seperti analisis big data. Keterampilan kolaborasi daring juga penting, mengingat metode pembelajaran kini menggabungkan sistem daring, hybrid, dan tatap muka.

Selain itu, ketahanan diri dan kemampuan beradaptasi menjadi bekal utama untuk menghadapi perubahan zaman yang cepat. Mahasiswa Universitas Lampung didorong untuk terus berprestasi melalui ajang seperti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres), Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2024, dan Genera-Z Berbakti 2025 oleh BCA.


2. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Lampung

Berikut beberapa UKM yang ada di UNILA, dibagi berdasarkan bidangnya:

Bidang Kerohanian

  1. UKM BIROHMAH – Dakwah Islam, menyebarkan semangat juang dan kepedulian terhadap Palestina.

  2. UKM Kristen – Untuk mahasiswa beragama Kristen.

  3. UKM Katolik – Untuk mahasiswa beragama Katolik.

  4. UKM Budha – Untuk mahasiswa beragama Budha.

  5. UKM Hindu – Untuk mahasiswa beragama Hindu.

Bidang Media dan Bahasa

  1. UKM Rakanila (Radio Kampus) – Untuk yang tertarik di bidang penyiaran.

  2. UKM ESo (English Society) – Fokus pada kemampuan bahasa Inggris dan drama.

  3. UKM AIESEC – Pengembangan kepemimpinan melalui proyek sosial dan magang.

  4. UKM PIR-R – Program Generasi Berencana (GENRE) dan konseling remaja.

Bidang Sains dan Teknologi

  1. UKM Saintek UNILA – Bidang sains dan teknologi.

  2. UKM Penelitian UNILA – Mengembangkan keterampilan riset.

  3. UKM Mekatronika UNILA – Mekanika, elektronika, dan informatika.

Bidang Akademik dan Kewirausahaan

  1. FORKOM PMPAP UNILA – Prestasi akademik mahasiswa.

  2. FORKOM Bidikmisi/KIP-K UNILA – Wadah aspirasi penerima beasiswa.

  3. UKM KOPMA – Koperasi mahasiswa.

  4. UKM TEKNOKRA – Media aspirasi mahasiswa.

  5. UKM Fotografi ZOOM – Bidang fotografi.

  6. UKM Bidang Seni UNILA – Seni, tari, musik.

Bidang Olahraga

  1. UKM Basket UNILA

  2. UKM Bulu Tangkis UNILA

  3. UKM Catur UNILA

  4. UKM Voli UNILA

  5. UKM Archery UNILA

Bidang Bela Diri

  1. UKM PSHT

  2. UKM Kempo UNILA

  3. UKM Taekwondo UNILA

  4. UKM Tapak Suci UNILA

Bidang Petualangan dan Militer

  1. UKM Mapala UNILA – Pecinta alam dan petualangan.

  2. UKM Menwa UNILA – Latihan kedisiplinan dan keterampilan kemiliteran.

Bidang Sosial dan Kepemimpinan

  1. UKM KSR PMI UNILA – Kemanusiaan dan sukarela.

  2. UKM Kebangsaan – Pengembangan semangat kebangsaan.

  3. UKM Pramuka – Kegiatan kepramukaan.

0 Komentar